Toreng Toreng Torenggggg.....
Welcome to my lovely blog everybodyyyy.
Visit me through twitter: @deviflorenci facebook: fmailto:florencidevi@gmail.com line: deviflorenci email: deviflorenci@yahoo.com Thankyou for visit my blog :)
Visit me through twitter: @deviflorenci facebook: fmailto:florencidevi@gmail.com line: deviflorenci email: deviflorenci@yahoo.com Thankyou for visit my blog :)
Minggu, 20 November 2011
Resensi Novel 'Forget About It'
Menjadi ‘seseorang yang baru’ merupakan harapan yang sangat sederhana saat kita merasa jenuh dengan keadaan yang itu-itu saja. Apalagi jika mengingat segala permasalahan yang muncul dalam kehidupan kita. Rasanya, ingin sekali terkena sindrom lupa ingatan agar kita terbebas dari semua itu.
Sayangnya, mengharapkan kejadian seperti itu nggak semudah membalikan telapak tangan. Hanya sebuah keajaiban dan kesempatan yang mungkin bisa membuat kita lupa akan segala permasalahan yang menghimpit hidup kita.
Kesempatan inilah yang secara kebetulan menghampiri Jordan Landau. Sebuah kecelakaan membuat Jordan berani untuk mengubah hidupnya secara total. Orang-orang di sekitarnya pun merasa kaget dengan perubahan sikap Jordan itu.
Intinya, mereka tidak lagi bisa memanfaatkan atau menyakiti Jordan seperti dulu. Jordan yang sekarang bukan lagi Jordan yang dulu lemah dan tidak berdaya. Jordan bukan lagi seseorang yang bisa diremehkan dan dikucilkan oleh sang pacar, teman-teman, dan bahkan keluarganya sendiri.
Jika merunut ke belakang, apa yang Jordan rasakan selama ini memang menyebalkan. Hari-harinya penuh dengan ketidakberuntungan. Selain memiliki pacar yang berselingkuh, Jordan juga harus berhadapan dengan ibu dan adik yang selalu bertindak layaknya ‘iblis’ yang baik hati. Belum lagi soal atasannya yang suka sekali mencuri ide-ide brilian dari dirinya. Semua itu membuatnya muak.
Selama ini Jordan hanya diam. Jordan memang tidak bisa lari dari kenyataan, namun ia mencoba memanfaatkan kesempatan yang datang kepadanya untuk memperbaiki hidupnya yang berantakan itu.
Semua yang terjadi pada diri Jordan dalam buku Forget About It membuat kita yang membacanya merasa dekat dengan ide Jordan itu. Tidak dipungkiri, terkadang kita sering ingin melarikan diri dari permasalahan yang ada.
Kehidupan Jordan—yang menyerupai roller coaster—begitu menarik untuk disimak. Belum lagi kisah cinta dan persahabatan yang cukup manis menghiasi kisahnya. Membuat permasalahan yang terjadi terlupakan sejenak.
Meski begitu, satu hal yang perlu digarisbawahi, seberat apa pun permasalahan yang ada akan lebih baik jika kita tidak pergi meninggalkannya. Menghadapi permasalahan secara berani akan lebih membesarkan hati ketimbang pura-pura lupa ingatan.
Resensi Novel 'Eclair'
Sebuah tragedi bisa menimpa siapa saja. Bahkan, bisa berefek cukup dalam bagi mereka yang merasakannya. Keluarga yang tadinya begitu bahagia, bisa renggang karenanya. Persahabatan yang tadinya begitu erat, bisa putus begitu saja.
Jangankan untuk saling menyapa, mengingat satu sama lain pun terasa begitu menyakitkan bagi mereka yang mengalaminya. Jarak begitu lebar terbentang, meski hati terkadang merindukannya.
Katya, Sergei, Stepanych, Kay, dan Lhiver telah menjalin persahabatan cukup lama. Namun tragedi kebakaran yang menyebabkan kedua orangtua Kay dan Lhiver beserta Aoife—anak angkat Lhiver—meninggal dunia.
Mereka saling menyalahkan. Tanpa bisa berpikir jernih, mereka menganggap diri masing-masing adalah penyebab kebakaran yang belakangan diketahui sengaja dilakukan oleh musuh besar keluarga Katya.
Masa lalu yang tadinya begitu indah dan penuh kebahagiaan, sekarang berganti kesedihan. Persahabatan yang sebelumnya terasa begitu manis, sekarang hanya tinggal kenangan.
Kay dan Lhiver telah terpisah jauh, baik dari segi ruang maupun waktu. Kakak-beradik ini tidak lagi saling bertegur sapa. Hanya Katya dan Sergei saja yang masih bersama untuk mewujudkan pernikahan mereka. Sedangkan Stepanych terbaring lemah karena penyakitnya.
Mendengar Stepanych selalu memanggil nama Kay dan Lhiver, Katya dan Sergei mencoba untuk mencari mereka dan berharap mereka mau menemui Stepanych untuk yang terakhir kalinya.
Dalam perjalanannya, ternyata untuk bertemu dengan kedua kakak-beradik itu tidak semulus apa yang dipikirkan Katya dan Sergei. Kay dituduh membunuh seseorang dan Lhiver masih belum mampu memaafkan kejadian itu.
Seiring dengan bergulirnya waktu, keadaan Stepanych pun kian memburuk. Sorot matanya begitu kosong dan fisiknya makin melemah. Hanya cinta dan kenangan indah merekalah yang mampu membuat segalanya kembali seperti sedia kala.
Katya, Sergei, Stepanych, Kay, dan Lhiver mengalami perjalanan hidup yang penuh liku. Bagai aneka rasa éclair yang diciptakan Stepanych, semuanya berlalu penuh haru, cinta, dan persahabatan.
Éclair yang ditulis oleh Prisca Primasari juga mengajak kamu untuk merasakan semua hal itu. Cinta yang begitu besar terkadang terasa begitu menyakitkan ketika orang yang kita cintai sangat sulit untuk diraih. Rindu yang berkecamuk di dalam dada bahkan tidak sanggup meredakan emosi yang telah begitu lama terpendam.
Buku terbitan GagasMedia ini menyadarkan kita tentang arti penting seseorang dan kenangan indah masa lalu, serta betapa kuatnya cinta menyatukan dan meluluhkan sebuah hati.
Resensi Novel 'Promises Promises'
Kesalahan Fiona di masa lalu adalah terlalu mencintai Evan hingga ia rela menyerahkan segalanya. Sedangkan kesalahan Evan adalah tindakan pengecutnya.
Evan nekat pergi meninggalkan Fiona saat ia mengetahui bahwa Fiona mengandung anaknya. Tidak hanya itu, Evan bahkan tega menyuruh Fiona untuk menggugurkan kandungannya. Buah cinta mereka.
Beberapa tahun berlalu. Kehidupan mengubah segalanya, termasuk kehidupan Fiona dan Evan. Seiring dengan itu, tanpa sengaja, takdir mempertemukan mereka kembali dan tentunya dalam kondisi yang jauh berbeda.
Fiona adalah orangtua tinggal dari seorang anak perempuan cantik nan pintar bernama Kejora. Sedangkan Evan adalah suami dari Bianca, seorang artis ternama. Sayangnya, rumah tangga Evan sedang diambang perceraian. Secara tidak sengaja, Evan mendapatkan Bianca berselingkuh dengan pria lain.
Pertemuan mereka memang tidaklah direncanakan. Namun, kenangan masa lalu pun kembali menguap dalam benak masing-masing. Masa-masa indah dan pahit yang mereka rasakan bersama kembali terasa memenuhi ruang hati mereka.
Rasa sakit, kecewa, penyesalan, kerinduan, dan sayang bercampur menjadi satu. Membuat mereka merasakan nyeri.
Promises, Promises karya Dahlian merupakan novel yang penuh gejolak. Pasang-surut kehidupan dua orang insan yang pernah bersama, lalu berpisah, dan kini dipertemukan kembali. Beragam rasa tumpah ruah di dalam novel terbitan GagasMedia ini.
Penyesalan memang selalu datang belakangan. Namun, semampu apakah kita berusaha untuk mengubah apa yang telah terjadi adalah tindakan yang paling bijak untuk dilakukan.
Melalui Promises, Promises kamu bisa memetik buah dari sebuah usaha. Memaafkan kesalahan orang lain dan menjadikan kesalahan masa lalu sebuah pelajaran berharga adalah satu usaha yang patut dihargai. Dan, di sinilah cinta akan membuktikan kekuatannya.
Langganan:
Postingan (Atom)


